Bahan Kuliah (30 Maret dan 1 April 2012)
PROGRAM LINEAR
(LINEAR
PROGRAMMING)
A.
METODE ALJABAR
I.
ARTI DAN KEGUNAAN LINEAR PROGRAMMING
Sebagian
besar dari persoalan manajemen berkenaan dengan penggunaan sumberdaya secara efisien atau alokasi sumber-sumber yang terbatas (tenaga kerja terampil, bahan
baku, modal) untuk mencapai tujuan yang
diinginkan (desired objective).
Tujuan tersebut dapat berupa : penerimaan hasil penjualan yang maksimum,
penerimaan devisa hasil ekspor non migas harus maksimum, jumlah biaya transport
harus minimum dan sebagainya.
Program
linear adalah suatu teknik riset operasi untuk memecahkan masalah optimasi
(maksimisasi atau minimisasi) dengan menggunakan persamaan atau pertidaksamaan
dalam upaya mencari penyelesaian yang optimal dengan memperhatikan
pembatas-pembatas (kendala-kendala) yang ada.
Perhatikan
dalam kondisi praktis dimana pimpinan perusahaan bertujuan untuk mencapai hasil
penjualan sebesar mungkin (maximum
revenue). Logikanya, pimpinan perusahaan tersebut harus memutuskan untuk
memproduksi sebanyak-banyaknya, maka jika
semua produknya laku terjual, tentu akan diperoleh jumlah penjualan
sebanyak-banyaknya. Namun, keadaan
yang terjadi belum tentu semulus harapannya, karena akan dalam pengambilan
keputusan akan menghadapi pembatas-pembatas (constraint). Pembatas-pembatas tersebut dapat berupa keterbatasan
modal, bahan baku, tenaga kerja dan sebagainya.
Persoalan
yang timbul kemudian, bagaimana dapat mencapai hasil (output) dengan memperhatikan masukan (input) yang tersedia
Dua
macam fungsi Program Linear: (1). Fungsi Tujuan : mengarahkan analisa untuk
mendeteksi tujuan perumusan masalah dan (2).
Fungsi Kendala : untuk mengetahui sumber daya yang tersedia dan
permintaan atas sumber daya tersebut.
II. PROSES PEMBUATAN MODEL
1.
Mendifinisikan
Masalah.
Definisi masalaha harus jelas dan menggambarkan masalah yang sedang dihadapi.
Langkah ini penting dan melibatkan manajemen maupun anggota organisasi lainnya.
2.
Memformulasikan
Model. Model
adalah gambaran abstrak dari masalah yang sedang dihadapi. Ketepatan dalam
memformulasikan model sangat ditentukan oleh asumsi yang digunakan. Asumsi
harus realistis dan ini merupakan faktor kesulitan dalam membuat model.
Komponen utama dalam memformulasikan model adalah : (i). Variabel keputusan (decision variable); (ii). Tujuan (objective) dan (3) Kendala (constraint).
3.
Mengukur
Validitas (Model)
4.
Implementasi
/ Pelaksanaan Keputusan (Decision Making)
Berikut diberikan gambaran tentang bagaimana
menyelesaikan kasus soal pada Linear Programming (LP) secara
mandiri :
Contoh Soal 1 (Kasus Maksimisasi) :
Sebuah
perusahaan memiliki 2 macam persediaan bahan baku I untuk memproduksi barang A maksimum
8 satuan dan bahan baku II maksimum 5 satuan. Untuk 1 unit produk A memerlukan
2 unit bahan baku I dan 1 unit bahan baku II. Sedangkan untuk 1 unit produk B
memerlukan 3 unit bahan baku I dan 2 unit bahan baku II. Berdasarkan hasil
riset pasar, diketahui bahwa harga jual produk A sebesar RP. 15 ribu dan produk
B seharga Rp. 10 ribu.
Berapa produksi
barang A dan B agar jumlah hasil penjualan maksimum ?
Cara Pemecahan masalahnya :
1.
Pemecahan masalah akan
menggunakan metode aljabar. Kita harus mencari nilai X1 (banyaknya barang A
dalam satuan yang akan diproduksi) dan nilai X2 (banyaknya barang B dalam
satuan yang akan diproduksi) dari ketidaksamaan
diatas, kemudian memasukkan nilai X1 dan X2 dalam fungsi objekktif Z dan
kit apilih nilai Z yang terbesar yang memberikan pemecahan optimal.
2.
Untuk mencari nilai X1
dan X2, kita harus mengubah ketidaksamaan
menjadi persamaan dengan jelas
memasukkan nilai variabel slack (nilai
variabel yang ditambahkan agar
ketidaksamaan berubah menjadi persamaan), yaitu variabel X3 ≥ 0 dan X4 ≥ 0,
sebagai berikut :
2X1
+ 3 X2 + X3 = 8
X1 + 2
X2 + X4 = 5
Ternyata
ada 4 variabel yang akan dicari nilainya, akan tetapi hanya tersedia 2
persamaan. Mengingat dua persamaan hanya dapat dipergunakan untuk memecahkan /
mencari nilai 2 variabel saja, sehingga 2 variabel lainnya dalam setiap
pemecahan nilainya harus nol.
Variabel slack
dapat diartikan sisa bahan mentah. Oleh
karena itu
Solusi :
Rumuskan
terlebih dahulu Linerar Programming (LP) yang standard (ketidaksamaan diubah menjadi persamaan) sebagai berikut :
Max Z = 15 X1 +
10 X2 + 0 X3 + 0 X4
Kendala :
1.
2 X1 + 3 X2 + X3 = 8
2.
X1 + 2 X2 + X4 = 5
3.
X1 ≥ 0 ; X2 ≥ 0
Pemecahan Optimal :
(1). Jika nilai X1 = 0 ; dan nilai X2 = 0
Masukkan nilai X1 = 0 dan X2 = 0 pada
persamaan 2 X1 + 3 X2 + X3 = 8
Maka tersisa X3 = 8
Masukkan nilai X1 = 0 dan X2 = 0 pada
persamaan X1 + 2 X2 + X4 = 5
Maka tersisa X4 = 5
Masukkan nilai X1,X2, X3 dan X4 pada Z =
15 X1 + 10 X2 + 0 X3 + 0 X4
Sehingga Z = (15 * 0) + (10 * 0) + 0 (8) + 0 (5)
Dengan demikian diperoleh nilai Z Max = 0
(2). Jika X1 = 0 dan X3 = 0
Masukkan nilai X1 = 0 dan X3 = 0 pada
persamaan 2 X1 + 3 X2 + X3 = 8
Maka tersisa 3 X2 = 8 à Nilai
X2 = 8/3
Masukkan nilai X2 = 8/3 pada
persamaan X1 + 2 X2 + X4 = 5
2 X2 + X4 = 5 -à
2 (8/3) + X 4 = 5 à 16/3 + X4 = 5 à
X 4 = 15/3 – 16/3
Maka tersisa X4 = - 1/3
Karena terdapat nilai negatif, maka Z tidak layak
(3). Jika X1 = 0 dan X4 = 0
Masukkan nilai X1 = 0 dan X4 = 0 pada
persamaan X1 + 2 X2 + X4 = 5
Maka tersisa 2 X2 = 5 à Nilai
X2 = 5/2
Masukkan nilai X2 = 5/2 pada persamaan 2
X1 + 3 X2 + X3 = 8
2 (0) + 3 (5/2) + X3 = 8à
15/2 + X3 = 8 à X3 = 16/2 – 15/2
Maka tersisa X3 = 1/2
Masukkan nilai X1,X2, X3 dan X4 pada Z =
15 X1 + 10 X2 + 0 X3 + 0 X4
Sehingga Z = (15 * 0) + (10 * 5/2) + 0
(1/2) + 0 (0)
Dengan demikian diperoleh nilai Z Max = 25
(4). Jika X2 = 0 dan X3 = 0
Masukkan nilai X2 = 0 dan X3 = 0 pada
persamaan 2 X1 + 3 X2 + X3 = 8
Maka tersisa 2 X1 = 8 à Nilai
X1 = 8/2 = 4
Masukkan nilai X1 = 4 pada persamaan X1
+ 2 X2 + X4 = 5
4 + X4 = 5 -à
X4 = 5 – 4 = 1
Masukkan nilai X1,X2, X3 dan X4 pada Z =
15 X1 + 10 X2 + 0 X3 + 0 X4
Sehingga Z = (15 * 4) + (10 * 0) + 0 (0)
+ 0 (1)
Dengan demikian diperoleh nilai Z Max = 60
(5). Jika X2 = 0 dan X4 = 0
Masukkan nilai X2 = 0 dan X4 = 0 pada
persamaan X1 + 2 X2 + X4 = 5
Maka tersisa X1 = 5
Masukkan nilai X1 = 5 pada persamaan 2
X1 + 3 X2 + X3 = 8
2 (5) + 3 X(0) + X3 = 8 à
10 + X3 = 8à X 3 = 8 – 10 = -2
Masukkan nilai X1,X2, X3 dan X4 pada Z =
15 X1 + 10 X2 + 0 X3 + 0 X4
Karena terdapat nilai negatif, maka Z tidak layak
(6). Jika X3 = 0 dan X4 = 0
Masukkan nilai X3 = 0 pada persamaan 2 X1 + 3 X2 + X3 = 8
Maka tersisa 2 X1 + 3 X2 = 8 à
X1 = 1/2 *(8 – 3 X2)
Masukkan nilai X1 = 1/2 *(8 – 3 X2) pada persamaan X1 + 2 X2 + X4 = 5
1/2
*(8 – 3 X2) + 2 X2 + 0 = 5à
2 X2 = (4 – 3/2 X2) + 2 X2 = 5
4 – 3/2 X2 + 2 X2 = 5 -à
- 3/2 X2 + 2 X2 = 5 – 4
-
3/2 X2 + 2 X2 = 1 à - 3/2 X2 + 4/2 X2 = 1 à
½ X2 = 1 à X2 = 2
Masukkan nilai X2 pada persamaan X1 = 1/2 *(8 – 3 X2)
X1
= 1/2 * (8 – 3*2) à X1 = 1/2 * 2 , Maka nilai X1 = 1
Masukkan nilai X1,X2, X3 dan X4 pada Z =
15 X1 + 10 X2 + 0 X3 + 0 X4
Sehingga Z = (15 * 1) + (10 * 2) + 0 (0)
+ 0 (1)
Dengan demikian diperoleh nilai Z Max = 35
Dari 6 pemecahan
dasar diatas, dihasilkan 4 yang layak (feasible)
yaitu Z1, Z3, Z4 dan Z6 , sedangkan yang tidak layak adalah Z2 dan Z5.
Diantara
4 pemecahan yang layak (feasible), maka
ada satu yang terbesar yaitu Z4
sebesar 60 (Keuntungan maksimal) dengan jumlah produk A sebesar 4 unit , sedangka produk B tidak diproduksi dan bahan mentah ke II sisa 1 unit.
Contoh Soal 1 (Kasus Minimisasi) :
Min Z = 8 X1 + 5 X2 + 0 X3 + 0 X4
Kendala :
1. 2
X1 + X2 ≥ 15
2. 3
X1 + 2 X2 ≥ 10
3. X1
≥ 0 dan X2 ≥ 0
Untuk membuat
ketidaksamaan menjadi persamaan linear harus dimasukkan variabel surplus yaitu variabel yang harus dikurangkan agar suatu
ketidaksamaan menjadi persamaan.
2 X1 +
X2 – X3 = 15
3 X1 + 2 X2 - X4 = 10
X3 dan X4 adalah variabel surplus, dimana
X3 ≥ 0 ; X4 ≥ 0, c3 = c4 = 0
Pemecahan
Masalah :
1.
Jika X1 = 0 dan X2 = 0
Masukkan nilai X1 = 0 dan X2 = 0 pada persamaan 2 X1 + X2 – X3 = 15
Maka tersisa X3 = - 15
Masukkan nilai X1 = 0 dan X2 = 0 pada persamaan 3 X1 + 2 X2 - X4 = 10
Maka tersisa X4 = - 10
Karena terdapat nilai negatif, maka Z tidak dapat
dihitung (tidak layak)
2. Jika X1 = 0 dan X3 = 0
Masukkan nilai X1 = 0 dan X3 = 0 pada persamaan 2 X1 + X2 – X3 = 15
Maka tersisa X2 = 15
Masukkan nilai X1 = 0 dan X2 = 0 pada persamaan 3 X1 + 2 X2 - X4 = 10
3 (0) + 2 (15) – X4 = 10à
30 – X4 = 10-à 30 – 10 = X4 à
X4
= 20
Masukan nilai X2
dan X4 pada persamaan Z = 8 X1 + 5
X2 + 0 X3 + 0 X4
Z = 8 (0) + 5 (15) + 0 (0) + 0 (20)
Z = 75
3. Jika X1 = 0 dan X4 = 0
Masukkan nilai X1 = 0 dan X4 = 0 pada persamaan 3 X1 + 2 X2 - X4 = 10
Maka tersisa 2 X2 = 10 à X2 = 5
Masukkan nilai X1 = 0 dan X4 = 0 pada persamaan 2 X1 +
X2 – X3 = 15
2 (0) + 5 – X3 = 15
5 – 15 = X3 à
X3 = 10 (Tidak Feasible)
Karena
terdapat nilai negatif, maka Z tidak dapat dihitung (tidak layak)
4. Jika X2 = 0 dan
X3 = 0
Masukkan nilai X2 = 0 dan X3 = 0 pada persamaan 2 X1 + X2 – X3 = 15
Maka tersisa 2 X1 = 15 à X1 = 7,5
Masukkan nilai X1 = 0 dan X4 = 0 pada persamaan 3 X1 + 2 X2 - X4 = 10
Maka tersisa 3 (7,5) + 2 (0) – x4 = 10 -à
22,5 – X4 = 10
X4 = 12,5
Masukkan nilai X1 dan X4 dalam
persamaan Z = 8 X1 + 5 X2 + 0 X3 + 0 X4
Z = 8 (7,5) + 5 (0) + 0 (0) + 0 (12,5)
Z = 60
5. Jika X2 = 0 dan X4 = 0
Masukkan nilai
X2 = 0 dan X4 = 0 pada persamaan 2 X1 +
X2 – X3 = 15
Maka tersisa 2 X1 – X3 = 15 à X3 = 2 X1 - 15
Masukkan nilai X1 = 0 dan X4 = 0 pada persamaan 3 X1 + 2 X2 - X4 = 10
3 X1 = 10 à X1 = 10/3
Masukkan nilai X1 pada persamaan X3 = 2 X1 – 15
X3 = 2 (10/3) – 15 à
X3 = 6,67 – 15 à x3 = - 8,33
Karena terdapat nilai negatif, maka Z tidak dapat dihitung (tidak layak)
6. Jika X3 = 0 dan X 4 = 0
Masukkan nilai X3 = 0 dan X4 = 0 pada persamaan 2 X1 + X2 – X3 = 15
Maka tersisa 2 X1 + X2 = 15 à X2 = 15 – 2 X1
Masukkan nilai X2 pada persamaan 3
X1 + 2 X2 - X4 = 10
3 X1 + 2 (15 – 2 X1) = 10
3 X1 + 30 – 4 X1 = 10 à
3 X1 – 4 X1 = 10 – 30
-
X1 = - 20 -à
X1 = 20
Masukkan nilai X1 pada persamaan X2 = 15 – 2
X1
X2 = 15 – 2 (- 20)à
X2 = - 25
Karena terdapat nilai negatif, maka Z tidak dapat dihitung (tidak layak)
Dari 6 pemecahan
dasar diatas, dihasilkan 2 yang layak (feasible)
yaitu Z2 dan Z4, sedangkan yang tidak layak adalah Z1, Z3, Z5 dan Z6.
Diantara
2 pemecahan yang layak (feasible), maka
ada satu yang terkecil yaitu Z4
sebesar 60 (Biaya Minimum) dengan jumlah produk
A sebesar 7,5 unit , sedangkan produk B tidak diproduksi dan bahan mentah ke II sisa 12,5 unit.
TUGAS KELAS :
1. Dikerjakan
oleh masing-masing mahasiswa di kelas
2. Mahasiswa
silahkan memilih salah satu saja dari soal (Apakah kasus Maksimisasi atau
Minimisasi)
3. Mohon
untuk mengisi daftar hadir
4. Dikumpulkan
kepada Pak Syamsudin (TU FE)
Soal 1. (Kasus
Maksimisasi)
Berapa
produksi harus dilakukan dengan sumberdaya yang tersedia, sehingg dapat dicapai
keuntungan masksimal ? Berikut ini datanya :
Xk = Jumlah Kursi yang Dibuat
Xm
= Jumlah Meja Yang Dibuat
Jika
Data pada tabel diatas dirumuskan dalam bentuk fungsi, adalah sebagai berikut :
Fungsi Objective Max Z
= 6 Xm + 8 Xk
Kendala
:
1. 30
Xm + 20 Xk ≤ 300
2. 5 Xm + 10 Xk ≤ 110
3. Xm ≥ 0 ; Xk ≥ 0
Soal 2. (Kasus Minimisasi)
Berapa
produk A dan B yang dapat dibuat dengan menggunakan campuran input a dan c dan
besarnya biaya minimal yang digunakan ? Berikut ini datanya :
XA
= Jumlah Produk A Yang Dibuat
XB
= Jumlah Produk B Yang Dibuat
Jika
data pada tabel diatas menjadi bentuk fungsi, adalah sebagai berikut :
Fungsi Objective
Min Z = 18 XA + 10 Xb
Kendala
:
1. 4
XA + 6 XB ≥ 48.000
2. 12
XA + 10 XB ≥ 120.000
3. 10
XA + 15 XB ≥ 150.000
Dimana XA ≥ 0
dan XB ≥ 0


Tidak ada komentar:
Posting Komentar