OPERATION RESEARCH
(RISET OPERASI)
Matakuliah Riset Operasi (Operation
Research) ini mengenalkan manfaat dan tujuan Riset operasi. Tujuannya
adalah agar mahasiswa mampu memetakan masalah
dan memberikan solusi menggunakan metode-metode Riset Operasi. Selain itu,
mahasiswa diharapkan dapat
mengaplikasikan metode-metode kuantitatif dalam pengambilan keputusan
POKOK
BAHASAN
- Pendahuluan (Definisi,Sejarah, Keuntungan, Tahapan dan Model)
- Program Linier (Metode Grafik, Metode Simplek)
- Dual Program dan Sensitivitas
- Persoalan Transportasi
- Analisis Pengambilan Keputusan
- Manajemen Persediaan
- Manajemen Proyek (CPM dan PERT)
- Teori Antrian
LITERATUR
1.
Johannes Supranto. Riset Operasi Untuk Pengambilan Keputusan.
Penerbit Universitas Indonesia.
2.
Frederick S. Hiller dan
Gerald J. Lieberman (Ellen Gunawan S). Pengantar
Riset Operasi. Penerbit Airlangga.
I. PENDAHULUAN
1.1.
Definisi
1.2.
Sejarah Singkat Riset Operasi
1.3.
Keuntungan Mengunakan Riset Operasi
1.4.Tahapan-Tahapan
Dalam Riset Operasi
1.5.Model Riset Operasi
1.1.
Definisi :
1. Metode untuk
memformulasikan dan merumuskan permasalahan sehari-hari baik mengenai bisnis,
ekonomi, sosial maupun bidang lainnya ke dalam pemodelan matematis untuk
mendapatkan solusi yang optimum.
2. Penerapan
metode-metode ilmiah terhadap masalah-masalah rumit yang muncul dalam
pengarahan dan pengelolaan dari suatu sistem besar manusia, mesin, bahan dan
uang dalam industri, bisnis, pemerintahan dan pertahanan. (Operational Research
Society of Great Britain).
3. Berkaitan
dengan menentukan pilihan secara ilmiah bagaimana merancang dan menjalankan
sistem manusia-mesin secara terbaik, biasanya membutuhkan alokasi sumber daya
yang langka. (Operation Research Society of America).
4. Seni
memberikan jawaban buruk terhadap masalah-masalah, yang jika tidak, memiliki jawaban
yang lebih buruk. (T.L. Saaty).
1.2. Sejarah
Singkat Riset Operasi
Riset
Operasi (operation research) dimulai dikalangan militer dalam permulaan Perang
Dunia Kedua. Dalam perang tersebut, Riset Operasi digunakan dalam
mengalokasikan sumber-sumber atau input yang terbatas guna melayani berbagai
operasi militer dan kegiatan-kegiatan di dalam setiap operasi secara efisien
dan efektif. Tujuannya untuk menerapkan pendekatan ilmiah guna memecahkan
permasalahan atau persoalan pada operasi militer ditambah lagi dengan
permasalahan strategi dan taktis militer.
Riset
Operasi mula-mula berkembang di Inggris dalam bidang militer, industri, bisnis
dan pemerintahan sipil, kemudian berkembang dengan cepat sekali di Amerika
Serikat, sejak 1951. Sekarang perkembangannya sudah meluas menjangkau negara
berkembang seperti Indonesia.
1.3.
Keuntungan Menggunakan Riset Operasi
- Para professional riset operasi mampu menganalisa situasi-situasi yang kompleks serta membentuk kecerdasan kedalam sistem utama untuk memberikan pilihan terbaik.
- Banyak pengambian keputusan harian yang kecil yang tidak dilakukan secara benar, serta memiliki pengaruh yang sangat menentukan. Riset operasi dapat memperbaiki proses-proses ini dan hasil-hasilnya secara dramatis.
- Menganalisis resiko sebuah proyek atau pun kontrak baru dapat sangat menyulitkan. Para riset professional riset operasi dapat membantu Anda mengkuantifikasi resiko, apa sajakah kunci untuk mengontrolnya. Para professional riset operasi dapat membantu Anda dalam perencanaan terbaik untuk menyeimbangkan resiko terhadap keuntungan yang diharapkan.
- Riset operasi berspesialisasi dalam bekerja dengan data – mengekstraksi informasi yang paling bernilai dari apa yang sekarang dikumpulkan, serta menunjukkan data tambahan apa yang dapat Anda kumpulkan untuk meningkatkan nilai informasi tersebut lebih jauh lagi.
- Seorang professional riset operasi dapat membantu Anda tetap bertahan di puncak dengan metode-metode termutakhir – serta membuka peluang-peluang baru untuk memperoleh keungulan.
1.4.
Tahapan-Tahapan Dalam Riset Operasi
1. Identifikasi masalah
Identifikasi
masalah terdiri dari Penentuan dan perumusan tujuan yang jelas dari persoalan
dalam sistem model yang dihadapi. Identifikasi perubah yang dipakai sebagai
kriteria untuk pengambilan keputusan yang dapat dikendalikan maupun yang tidak
dapat dikendalikan. Kumpulkan data tentang kendala-kendala yang menjadi syarat ikatan
terhadap perubah-perubah dalam fungsi tujuan sistem model yang dipelajari.
2. Penyusunan model
Penyusunan
model terdiri dari memilih model yang cocok dan sesuai dengan permasalahannya.
Merumuskan segala macam faktor yang terkait di dalam model yang bersangkutan
secara simbolik ke dalam rumusan model matematika. Menentukan perubah-perubah
beserta kaitan-kaitannya satu sama lainnya. Tetapkan fungsi tujuan beserta kendala-kendalanya
dengan nilai-nilai dan perameter yang jelas.
3. Analisa model
Analisa
model terdiri dari tiga hal penting, yaitu : 1) Melakukan anlisis terhadap
model yang telah disusun dan dipilih; 2)
memilih hasil-hasil analisis yang terbaik (optimal) dan 3). Melakukan
uji kepekaan dan anlisis postoptimal terhadap hasil-hasil terhadap analisis
model.
4. Pengesahan model (Validity)
Analisis
pengesahan model menyangkut penilaian terhadap model tersebut dengan cara
mencocokannya dengan keadaan dan data yang nyata, juga dalam rangka menguji dan
mengesahkan asumsi-asumsi yang membentuk model tersebut secara struktural
(yaitu perubahnya, hubungan-hubungan fungisionalnya, dan lain-lain).
5. Implementasi hasil
Hasil-hasil yang diperoleh
berupa nilai-nilai yang akan dipakai dalam kriteria pengambilan keputusan merupakan
hasil-hasil analisis yang kiranya dapat dipakai dalam perumusan keputusan yang
kiranya dapat dipakai dalam perumusan strategi-strategi, target-target,
langkah-langkah kebijakan guna disajikan kepada pengambilan keputusan dalam
bentuk alternatif-alternatif pilihan.
1.5. MODEL DALAM RISET
OPERASI
1.
Iconic (Physical) Model
Model
iconic adalah suatu penyajian fisik yang tampak seperti aslinya dari suatu
sistem nyata dengan skala yang berbeda. Contoh : Mainan anak-anak, Maket, Foto,
dan lain-lain.
2.
Analogue
( Diagramatic) Model
Model
analog lebih abstrak dibanding model iconic, karenatidak kelihatan sama antara
model dengan dunia nyata. Contoh : Kurva Permintaan, Peta, Jaringan pipa air,
dan lain-lain.
3.
Mathematic
(Symbolic) Model
Model
matematik sifatnya paling abstrak dibandingkan dengan model-model yang lain.
Model ini dibedakan menjadi 2, yaitu:
a. Model
deterministik
Model
ini dibentuk dalam situasi kepastian (certainty).
b. Model
Probabilistik
Meliputi
kasus-kasus dalam situasi ketidakpastian (uncertainty).
1.6. Ragam Persoalan Yang Membutuhkan
Riset Operasi
1.
Persoalan Biaya Pemasaran Berbagai
Produk
2.
Perencanaan Produksi
3.
Perencanaan Ekspor Non Migas
4.
Masalah Pencampuran (mix problem)
5.
Persoalan Transportasi
6.
Persoalan Antrian dan Persediaan
Metro, 16 Maret 2012
Dr. Bambang Suhada, S.E,M.Si
Tidak ada komentar:
Posting Komentar