Jumat, 30 Maret 2012

Riset Operasi 1


OPERATION RESEARCH     
 (RISET OPERASI)

Matakuliah Riset Operasi (Operation Research) ini mengenalkan manfaat dan tujuan Riset operasi. Tujuannya adalah agar mahasiswa mampu memetakan masalah dan memberikan solusi menggunakan metode-metode Riset Operasi. Selain itu, mahasiswa diharapkan dapat mengaplikasikan metode-metode kuantitatif dalam pengambilan keputusan
POKOK BAHASAN
  1. Pendahuluan (Definisi,Sejarah, Keuntungan, Tahapan dan Model)
  2. Program Linier (Metode Grafik, Metode Simplek)
  3. Dual Program dan Sensitivitas
  4. Persoalan Transportasi
  5. Analisis Pengambilan Keputusan
  6. Manajemen Persediaan
  7. Manajemen Proyek (CPM dan PERT)
  8. Teori Antrian
LITERATUR
1.      Johannes Supranto. Riset Operasi Untuk Pengambilan Keputusan. Penerbit Universitas Indonesia.
2.      Frederick S. Hiller dan Gerald J. Lieberman (Ellen Gunawan S). Pengantar Riset Operasi. Penerbit Airlangga.

I.  PENDAHULUAN

1.1. Definisi
1.2. Sejarah Singkat Riset Operasi
1.3. Keuntungan Mengunakan Riset Operasi
1.4.Tahapan-Tahapan Dalam Riset Operasi
1.5.Model Riset Operasi










1.1. Definisi :
1.      Metode untuk memformulasikan dan merumuskan permasalahan sehari-hari baik mengenai bisnis, ekonomi, sosial maupun bidang lainnya ke dalam pemodelan matematis untuk mendapatkan solusi yang optimum.  

2.      Penerapan metode-metode ilmiah terhadap masalah-masalah rumit yang muncul dalam pengarahan dan pengelolaan dari suatu sistem besar manusia, mesin, bahan dan uang dalam industri, bisnis, pemerintahan dan pertahanan. (Operational Research Society of Great Britain).

3.      Berkaitan dengan menentukan pilihan secara ilmiah bagaimana merancang dan menjalankan sistem manusia-mesin secara terbaik, biasanya membutuhkan alokasi sumber daya yang langka. (Operation Research Society of America).

4.      Seni memberikan jawaban buruk terhadap masalah-masalah, yang jika tidak, memiliki jawaban yang lebih buruk. (T.L. Saaty).
1.2. Sejarah Singkat Riset Operasi
Riset Operasi (operation research) dimulai dikalangan militer dalam permulaan Perang Dunia Kedua. Dalam perang tersebut, Riset Operasi digunakan dalam mengalokasikan sumber-sumber atau input yang terbatas guna melayani berbagai operasi militer dan kegiatan-kegiatan di dalam setiap operasi secara efisien dan efektif. Tujuannya untuk menerapkan pendekatan ilmiah guna memecahkan permasalahan atau persoalan pada operasi militer ditambah lagi dengan permasalahan strategi dan taktis militer.

Riset Operasi mula-mula berkembang di Inggris dalam bidang militer, industri, bisnis dan pemerintahan sipil, kemudian berkembang dengan cepat sekali di Amerika Serikat, sejak 1951. Sekarang perkembangannya sudah meluas menjangkau negara berkembang seperti Indonesia.

1.3. Keuntungan Menggunakan Riset Operasi
  1. Para professional riset operasi mampu menganalisa situasi-situasi yang kompleks serta membentuk kecerdasan kedalam sistem utama untuk memberikan pilihan terbaik.
  2. Banyak pengambian keputusan harian yang kecil yang tidak dilakukan secara benar, serta memiliki pengaruh yang sangat menentukan. Riset operasi dapat memperbaiki proses-proses ini dan hasil-hasilnya secara dramatis.
  3. Menganalisis resiko sebuah proyek atau pun kontrak baru dapat sangat menyulitkan. Para riset professional riset operasi dapat membantu Anda mengkuantifikasi resiko, apa sajakah kunci untuk mengontrolnya. Para professional riset operasi dapat membantu Anda dalam perencanaan terbaik untuk menyeimbangkan resiko terhadap keuntungan yang diharapkan.
  4. Riset operasi berspesialisasi dalam bekerja dengan data – mengekstraksi informasi yang paling bernilai dari apa yang sekarang dikumpulkan, serta menunjukkan data tambahan apa yang dapat Anda kumpulkan untuk meningkatkan nilai informasi tersebut lebih jauh lagi.
  5. Seorang professional riset operasi dapat membantu Anda tetap bertahan di puncak dengan metode-metode termutakhir – serta membuka peluang-peluang baru untuk memperoleh keungulan.
1.4. Tahapan-Tahapan Dalam Riset Operasi
1. Identifikasi masalah

Identifikasi masalah terdiri dari Penentuan dan perumusan tujuan yang jelas dari persoalan dalam sistem model yang dihadapi. Identifikasi perubah yang dipakai sebagai kriteria untuk pengambilan keputusan yang dapat dikendalikan maupun yang tidak dapat dikendalikan. Kumpulkan data tentang kendala-kendala yang menjadi syarat ikatan terhadap perubah-perubah dalam fungsi tujuan sistem model yang dipelajari.

2. Penyusunan model

Penyusunan model terdiri dari memilih model yang cocok dan sesuai dengan permasalahannya. Merumuskan segala macam faktor yang terkait di dalam model yang bersangkutan secara simbolik ke dalam rumusan model matematika. Menentukan perubah-perubah beserta kaitan-kaitannya satu sama lainnya. Tetapkan fungsi tujuan beserta kendala-kendalanya dengan nilai-nilai dan perameter yang jelas.

3. Analisa model

Analisa model terdiri dari tiga hal penting, yaitu : 1) Melakukan anlisis terhadap model yang telah disusun dan dipilih; 2)  memilih hasil-hasil analisis yang terbaik (optimal) dan 3).   Melakukan uji kepekaan dan anlisis postoptimal terhadap hasil-hasil terhadap analisis model.

4. Pengesahan model (Validity)

Analisis pengesahan model menyangkut penilaian terhadap model tersebut dengan cara mencocokannya dengan keadaan dan data yang nyata, juga dalam rangka menguji dan mengesahkan asumsi-asumsi yang membentuk model tersebut secara struktural (yaitu perubahnya, hubungan-hubungan fungisionalnya, dan lain-lain).

5. Implementasi hasil

Hasil-hasil yang diperoleh berupa nilai-nilai yang akan dipakai dalam kriteria pengambilan keputusan merupakan hasil-hasil analisis yang kiranya dapat dipakai dalam perumusan keputusan yang kiranya dapat dipakai dalam perumusan strategi-strategi, target-target, langkah-langkah kebijakan guna disajikan kepada pengambilan keputusan dalam bentuk alternatif-alternatif pilihan.




1.5. MODEL DALAM RISET OPERASI
1.      Iconic (Physical) Model
Model iconic adalah suatu penyajian fisik yang tampak seperti aslinya dari suatu sistem nyata dengan skala yang berbeda. Contoh : Mainan anak-anak, Maket, Foto, dan lain-lain.
2.      Analogue ( Diagramatic) Model
Model analog lebih abstrak dibanding model iconic, karenatidak kelihatan sama antara model dengan dunia nyata. Contoh : Kurva Permintaan, Peta, Jaringan pipa air, dan lain-lain.
3.      Mathematic (Symbolic) Model
Model matematik sifatnya paling abstrak dibandingkan dengan model-model yang lain. Model ini dibedakan menjadi 2, yaitu:
a.       Model deterministik
Model ini dibentuk dalam situasi kepastian (certainty).
b.      Model Probabilistik
Meliputi kasus-kasus dalam situasi ketidakpastian (uncertainty).
1.6. Ragam Persoalan Yang Membutuhkan Riset Operasi
1.      Persoalan Biaya Pemasaran Berbagai Produk
2.      Perencanaan Produksi
3.      Perencanaan Ekspor Non Migas
4.      Masalah Pencampuran (mix problem)
5.      Persoalan Transportasi
6.      Persoalan Antrian dan Persediaan


Metro, 16 Maret 2012


Dr. Bambang Suhada, S.E,M.Si

Tidak ada komentar:

Posting Komentar